بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Wednesday, 9 November 2011

Spirit Ukhuwah Yang Hilang (4)

Secara kualitas rata-rata aktivis dakwah ini dibina untuk mencapai muwashafat tersebut secara maksimal, sekalipun pada kenyataannya ada sebagian yang tidak bisa memenuhinya. Karenanya, jika anda temui sebagian oknum yang tidak komitmen terhadap prinsip jamaah, itu bukan ajaran jamaahnya yang salah melainkan karena oknumnya. Menurut tokoh-tokoh jamaah ini, “Ya, kita harus maklum bahwa kita jamaah manusia yang imannya turun-naik. Bukan jamaah malaikat yang tidak pernah berbuat salah”.

Tetapi, bagi jamaah ini, ketegasan bertindak dan memberikan hukuman kepada siapa pun yang melanggar syariat tetap dipertahankan. Bagi pelaku pelanggaran ditindak tegas, minimal dikeluarkan dari keanggotaan, jika memang memenuhi syarat untuk itu. Bagi jamaah ini, ketokohan atau peran yang pernah disumbangkan terhadap jamaah tidak penting, yang penting adalah komitmen anggotanya terhadap ajaran Islam. Apa pun jabatannya, kalau ia bertindak korupsi, berbuat maksiat, atau lainnya yang melanggar syariat, jamaah ini tetap tidak mau mengakuinya sebagai anggota.

Keempat macam jamaah di atas yang tidak saya sebutkan namanya –untuk menghindari sikap penghakiman- adalah jamaah yang akhir ini paling banyak mewarnai kehidupan umat Islam. Maka seharusnya, umat Islam menjadi contoh khairu ummah bagi umat-umat yang lain. Umat yang menyebarkan kedamaian, bukan umat yang saling membunuh dan berperang antar mereka. Umat yang bersaudara dan saling menyayangi antara mereka "ruhamau bainahum”, bukan umat yang saling memusuhi dan saling menjatuhkan atas nama golongan. Umat yang saling menolong dalam ketakwaan “wata'awanu alal birri wat taqwa”, bukan umat yang saling menolong dalam pemusuhan, “wala ta’awanu alal itsmi wal udwan”.

Sekarang bukan masanya lagi kita saling bermusuhan, banyak pekerjaan yang harus kita hadapi secara bersinergi. Perbedaan ijtihad dalam berdakwah, bukan alasan untuk saling menyalahkan melainkan alasan untuk saling melngkapi. Alangkah indahnya ketika semua jamaah bersatu, menentukan target utama pejuangan dakwah untuk menyelamatkan kemiskinan, membersihkan negeri dari kedhaliman dan membangun umat menjadi kokoh dan berwibawa. Tidak ada solusi terbaik untuk menyeklesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan kecuali kita sebagai umat Islam bersatu dan bersinergi.

Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi, seorang pemikir dari India pernah menulis buku yang sangat terkenal: Madza Khasiral Alam bi inhithathil Muslimin (kerugian besar yang dialami dunia karena ketidakberdayaan umat Islam). Melalui buku ini penulis membuktikan baha umat manusia di seluruh dunia sangat membutuhkan umat Islam. Tanpa umat Islam, mereka akan kehilangan arah, kemana harus melangkah. Berbagai bukti sepanjang sejarah dipaparkan secara akurat, betapa manusia ketika dibiarkan tanpa bimbingan Islam (baca: wahyu) akan lebih banyak menjadi binatang daripada manusia. Sekarang, perhatikan! Apa yang terjadi di tengah masyarakat yang tidak beriman? Mereka hidup dalam gemerlap jahiliyah yang disangka sebagai jalan kebahagiaan. Namun sebenarnya mereka sedang bingung. Tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan.

Pada saat seperti ini, umat Islam harus bangkit. Bangkit bersinergi apa pun perbedaan jamaahnya. Bukan bangkit untuk saling menyalahkan. Sekarang sudah bukan masanya umat Islam sibuk mencabik-cabik dirinya menjadi jamaah-jamaah kecil lalu berperang antara mereka. Sejak dahulu, pasukan musuh sudah mengetahui betul cara menghancurkan umat Islam. Yakni, dipecah-pecah dalam berbagai jamaah, lalu ditumbuhkan permusuhan di antara mereka. Apakah kita akan terus hidup dalam kondisi yang demikian, penuh dengan permusuhan? Sampai kapan kita akan menegakkan ajaran Islam dan menyebarkannya untuk seluruh umat manusia, jika terus menyibukkan diri dengan masalah-masalah khilafiyyah yang dijadikan dasar untuk bermusuhan?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++