بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Monday, 3 October 2011

Sesuatu yang Kita Terlepas Pandang dalam Berukhuwah

Keajaiban Baik Sangka

Orang kita suka kalau tajuk tentang ajaib-ajaib ni. Tak tahu kenapa. Mungkin sebab mereka rasa Islam ini agama magic sebab pengaruh fairy tale yang selalu didendangkan masa kecil dulu? Entah.

Abaikan persoalan di atas. =)

Satu lagi kisah yang saya rasa perlu untuk seorang ikhwah itu tahu. Satu perasaan yang sangat indah yang akan mencorakkan dunia yang zalim ini menjadi syurga!

+++

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengembangkan pelbagai sudut pandang untuk selalu bersangka baik pada sesama ikhwah atau manusia. Seperti contoh yang ditunjukkan oleh seorang 'alim bernama Thalhah bin 'Abdillah bin 'Auf. Tercatat di dalam kitab Raudhatul 'Uqala karya Imam Abu Hatim.

Suatu hari, si isteri, 'Aisyah binti Abdillah bin Muthi' Al-Aswad mengajaknya bicara,

"Demi Allah, wahai suamiku. Aku tidak pernah menemukan orang yang lebih buruk sifatnya daripada sahabat-sahabatmu."

Thalhah agak terkejut dengan kata-kata isterinya.

"Demi Allah, jangan sampai mereka mendengar kata-kata kamu itu. Sifat buruk apakah yang kau maksudkan itu, sayang?" 
"Demi Allah, sifat buruk itu nampak dengan sangat jelas." 
"Apa dia agaknya?"

Kata si isteri,

"Jika engkau dalam keadaan senang, mereka datang dan menemanimu. Namun jika kau susah, mereka menjauhkanmu."

Balas Thalhah sambil tersenyum,

"Sebenarnya tidak seperti itu.. Aku justeru melihatnya sebagai satu nilai murni yang mulia." 
"Apa maksudmu?"

Thalhah menegaskan,

"Memang demikian, mereka hanya berkunjung di saat kita sedang mampu menjamu. Di saat kita tidak sanggup menjamu, mereka memahaminya. Lalu mereka tidak datang ke mari."

+++

Fuh!!!

Maha Hebat Allah! Sampai begitu kehebatan kuasa bersangka baik!

Biasa dalam masyarakat kita,

"Kawan waktu senang mudah di cari, kawan waktu susah payah nak jumpa."

Maka perasaan yang wujud pastinya rasa tidak puas hati, sangka buruk, fitnah dan lain-lain..

Tapi mereka??

Hebatnya Allah!

Ikatlah hati-hati kami (juga termasuk yang tiada dalam gambar atas sebab-sebab tertentu) dengan cinta kepada Allah.

"ubah paradigma"
khir al-imtiaz
0821am
3 Okt 2011

8 comments:

  1. mintak izin nk copy yer..menarik..jadi nak la kongsi ngn kwn2 lain

    ReplyDelete
  2. Allah berfirman
    fa'fu wasfahu

    maka maafkanlah mereka dan berlapanglah dada

    setinggi ukhuwah adalah itsar dan serendah2nya adalah bersangka baik.

    jzkk

    ReplyDelete
  3. itulah yang dinamakan persahabatan yang sebenar-benarnya... sya share di blog ye. link sya sertakan skali..

    ReplyDelete
  4. hambaALLAHyang_kerdil17 May 2012 at 19:44

    masyaallah....hebatnya para sahabat zaman dahulu,

    mohon ambil isinya ye..
    untuk dikongsikan bersama ahli usrah..
    syukran..

    ReplyDelete
  5. subhanallah.. betapa pentingnya nilai sesebuah ukhuwah..

    ReplyDelete
  6. lagi, ada citer lg x.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++