بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Thursday, 30 June 2011

Ukhuwwah Berpaksikan Iman

Sebuah cerita tentang ukhuwah


+++

Suatu hari, ketika Badar mulai sunyi daripada huru hara peperangan yang akhirnya mengoyak kejahatan dan memenangkan kebenaran, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf mengiring lelaki tampan dan ranggi yang terbelenggu itu. Dia membawa lelaki itu dengan berhati-hati dan lembut tanpa melepaskan genggaman pada ikatannya. Mereka menuju ke arah lelaki yang berwajah mirip dengan si tawanan. Sangat mirip. 

‘Abdurrahman ibn ‘Auf mengangguk ta’zhim pada lelaki itu, 

“Assalamual’aika Ya Mush’ab yang baik. Inilah saudaramu, Abu ‘Aziz!"

Mush’ab ibn ‘Umair menjawab salam dan membalas aggukan dalam-dalam. 

Si tawanan, Abu ‘Aziz ibn ‘Umair disergap lega. Syukurlah, dia akan diserahkan pada abang yang disayanginya. Betapa setelah melalui satu mimpi buruk hari ini; mengikuti perang Badar, menyaksikan darah bersimbah ruah, tumbangnya kejayaan Quraisy di tangan orang-orang Bani Najjar, dan kini tertawan; sungguh menyakitkan. Kini dia berada di hadapan abang yang telah bertahun-tahun tak dijumpainya. Dia rindu. 

Tetapi, Mush’ab tidak memandang ke arahnya, tidak segera memeluk menyambutnya, dan seakan tidak hendak menanggalkan belenggu pengikatnya. Mush’ab terus menundukkan kepalanya dan berkata kepada ‘Abdurrahman, 

“Tahanlah dia. Kuatkan ikatanmu, dan eratkan belenggumu.. Sesungguhnya dia memiliki seorang ibu yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Insya-Allah engkau akan mendapat tebusan yang berharga darinya, Saudaraku!” 

Abu ‘Aziz terkejut. 

“Apa? Aku tidak percaya ini! Engkau hai Mush’ab. Saudaraku sendiri, engkau menjualku dan membiarkannya meminta tebusan besar pada ibu kita? Di mana cintamu pada adikmu ini hai Saudaraku?” 

Dia meronta. 

Mush’ab memalingkan wajahnya.

Ada kilau di matanya.

Dihelanya udara panjang-panjang ke dalam dada. 

“Tidak! Engkau bukan saudaraku. Dia inilah saudaraku.. Dia inilah saudaraku!” 

+++

Ukhuwah. Persaudaraan di atas dasar iman.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” 
[QS al-Hujurat, 49:10] 

Ikatan persaudaraan antara mukmin dalam ayat ini digambarkan oleh Allah dengan kata “ikhwat”. Mushthafa Al-Maraghi menyatakan dalam tafsirnya bahawa “ikhwat” berarti persaudaraan senasab, ayahnay adalah Islam dan ibunya adalah iman. Mereka bersaudara sekandung, dari rahim iman. 

“Kata ini lebih kuat dari kata ‘ikhwan’ yang bermakna persaudaraan dalam persahabatan.” 
[Mushthafa Al-Maraghi] 
“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain adalah saudara, ‘ikhwat’ dalam agama, dan dihimpunkan dalam asal yang satu, iaitu iman.” 
[Dr. Wahbah Az-Zuhaily] 

Seperti yang dialami Mush’ab, persaudaraan iman jauh lebih kuat, mengalahkan persaudaraan nasab. Dan bahkan persaudaraan nasab seolah tiada, hampa dan tidak bernilai, jika tiada aqidah yang mengikat hati mereka pada satu keyakinan yang sama. 

+++ 

Imanlah yang mengikat hati-kati kita. Seandainya ada di antara kita yang hatinya masih lagi terpaut kepada sesuatu selain iman, maka dia akan terkeluar dari ukhuwah bersama mereka yang mengikatnya atas dasar iman. Atas dasar mencari dan mengharap redha Allah.  Muhasabah iman kita. Muhasabah ukhuwah kita.


وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan (Dialah) yang menyatu padukan di antara hati-hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” 
[QS Al-Anfal, 8:63]


"terharu akan kemanisannya"
khir al-imtiaz
0559pm
30-06-2011

5 comments:

  1. salam.menarik..
    ukhuwah atas dasar iman...
    erm..

    ReplyDelete
  2. kuk3..blogwalking..jom join blog Zombie Insaf..blog tragis + seram + seksa + lawak + insaf kat sini : zombiensaf.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Best! Mantap! Penuh manfaat! Tahniah saudara! =)

    ReplyDelete
  4. Memang betul kata saudara. Hubungan persaudaraan iman lebih manis dan kuat berbanding hubungan nasab

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++