بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Sunday, 20 March 2011

Agar Kedua Tangan Tetap Mengadah ke Langit


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan otrang yang mendoa apabila dia berdoa kepada ku”

[QS al-Baqarah, 2:186]


Ibadah Yang Terindah

Ibnul Qayyim mengatakan,

“Sesungguhnya di dalam hati terdapat satu sobekan yang tidak boleh dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah. Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tidak mampu diubati kecuali dengan menyendiri bersama Allah ‘Azza Wajalla.

Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Allah ‘Azza Wajalla dan ketulusan berinteraksi berinteraksi dengan-Nya. Pun di dalam hati terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali berhimpun kerana Allah dan pergi meninggalkan kegellisahan itu menuju Allah. Ada juga gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keredhaan akan perinttah, larangan dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.

Di dalam hati juga terdapat tuntutan yang kuat tidak akan berhenti sebelum Allah menjadi satu-satunya tujuan. Di dalamnya pun ada keperluan yang tidak akan terpenuhi kecuali oleh kecintaan kepada Allah ‘Azza Wajalla, mengingat-Nya terus menerus, serta keikhlasan penuh kepada-Nya, Bahkan jika hati ini diberi dunia beserta segala isinya, keperluan tersebut tetap tidak akan terpenuhi.”




Inilah antara sebab mengapa doa termasuk ibadah yang paling indah. Dengannya hati akan menghadap Rabbnya demi menampal sebuah sobekan serta menghilangkan keterasingan, kesedihan, dan kerugian.

Marilah kita sama-sama, siagakan diri kita dan persiapkanlah hati kita, sebab kita akan menghadap Allah SWT pada sat ini. Mari perbaharui niat kita sebelum membaca lembaran-lembaran ini, serta mohonlah pada Allah SWT agar kita termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat, mengikuti pesan-pesan yang baik.

Ketahuilah, doa itu pasti akan dikabulkan.


Bukalah pintu doamu

Silakan semak beberapa pertanyaan berikut yang mesti dijawab agar pemahaman kita akan doa menjadi jelas:


Adakah di antara kita yang tidak mempunyai masalah sama sekali?


Adakah di antara kita yang kehidupannya teratur dengan sempurna?


Adakah di antara kita yang selamnya santai penuh sepanjang hidupnya?


Adakah di antara kita yang tidak memiliki harapan-harapan besar yang sulit diraih?


Adakah di antara kita yang merasa tenang dan yakin bahawa dosa-dosa tidak akan membuatkan dia memasuki ke neraka?


Adakah di antara kita yang sama sekali tidak memerlukan Allah SWT?



Kita semua memiliki terlalu banyak tuntutan. Baik dari segi harta, isteri, pekerjaan, pelajaran, anak-anak, dan sebagainya. Setiap kita juga mengharapkan keredhaan, petunjuk dan kurnia dari Allah. Setiap kita juga mempunyai beragam persoalan yang ingin diselesaikan.

Ya Allah, seolah-olah sekian banyak masalah dan persoalan yang diberikan kepada kita ini, agar kita kembali kepada Allah; seolah-olah segala keinginan dan cita-cita kita ini ditunda, agar kita sentiasa mengadah kepada Allah SWT; dan seolah-olah ampunan Allah SWT tidak boleh diketahui, apakah telah diberikan atau belum, agar kedua tangan kita tetap rajin mengadah ke langit.

Apabila kita mampu untuk merasa bangga apabila kita mengadah tangan, mengarahkan pandangan, dan meggerakkan kedua bibir kita kepada Rabb penguasa alam. Pada saat itu berbahagialah kita, kerana hati kita telah bergantung kepada selain kita.

Tujuan dari ibadah doa ini adalah untuk kita selalu mengadah ke atas memohon kepada Allah, dan agar kita memiliki keyakinan kuat bahawa Allah SWT akan mengabulkan permintaan kita bila kita berdoa kepada-Nya. Ke mana lagi tempat untuk kita berdoa jika bukan Allah? Masuk akalkah seseorang yang tenggelam memohon pertolongan dari orang yang juga tenggelam. Masuk akalkah seseorang yang memerlukan, meminta pertolongan dari orang yang juga memerlukan?!

Marilah kita sama-sama membuka pintu doa kita. Membuka pintu doa kita kepada Allah.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Hai manusia, kalianlah yang memerlukan Allah; dan Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” 

[QS Fathir, 35:15]


Allah Maha Besar! Kitalah yang memerlukan Allah. Kita adalah hamba yang fakir; pemimpin kita fakir, masyarakat kita fakir; orang kaya kita fakir dan orang miskin kita juga fakir. Namun Allah-lah yang Maha Kaya. Pemilik kekayaan yang mutlak dan absolute.

Masuk akalkah seorang yang fakir miskin meminta sesuatu kepada sesama fakir miskin? 

Masuk akalkah seorang yang fakir miskin mengharap bantuan sesuatu dari sesama fakir miskin?

Yang kelemasan meminta pada yang kelemasan?


Hati, mengapa engkau belum juga terbangun?

Rasulullah SAW bersabda,


“Allah berfirman: “Wahai setiap hamba-hamba Ku, setiap kalian itu sesat kecuali yang aku tunjuki hidayah, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, nescaya Aku beri kalian petunjuk; 

Wahai hamba-hamba Ku, setiap kali itu lapar, kecuali yang Aku beri makan, maka memintalah makanan kepada-Ku, nescaya aku beri makan kalian; 

Wahai hamba-hamba Ku, setiap kalian itu telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian, maka memintalah pakaian kepada-Ku, nescaya Aku beri kalian pakaian; 

Wahai hamba-hamba Ku, setiap kalian bersalah siang dan malam, sementara Aku mengampuni segala dosa, maka meminta ampunlah kalian kepada-Ku, nescaya aku ampuni kalian. 

Wahai hamba-hamba Ku, sesungguhnya kalian tidak akan mampu menggapai kemudharatan-Ku sehingga kalian kalian membahayakan-Ku, dan kalian juga tidak akan mampu menggapai kemanfaatan-Ku sehingga kalian memberi manfaat kepada-Ku. 

Wahai hamba-hamba Ku, kalaulah seluruh generasi awal dan generasi akhir kalian, serta seluruh bangsa manusia dan bangsa jin kalian adalah seperti hati orang yang paling bertakwa di antara kalian, maka itu tidak akan memberikan tambahan apapun terhadap kekuasaan-Ku. 

Wahai hamba-hamba Ku, kalaulah seluruh generasi awal dan generasi akhir kalian, serta seluruh bangsa manusia dan bangsa jin kalian adalah seperti hati orang yang paling nista di antara kalian, maka itu pun tidak akan membuatkan kekuasaan-Ku berkurang. 

Wahai hamba-hamba Ku, kalaulah seluruh generasi awal dan generasi akhir kalian, serta seluruh bangsa manusia dan bangsa jin kalian berdiri dalam sebuah bukit, kemudia kalian semua mengajukan permintaan kepada-Ku, lalu aku beri setiap orang apa yang ia minta, maka apa yang ada di sisi-Ku tidak akan berkurang sedikitpun sebagaimana saebatang jarum mengurangi air samudera ketika dicelupkan ke dalamnya..” 

[HR Muslim, At-Tarmidzi, dan Ibn Majah]


Allah menyuruh kita berdoa kepada-Nya agar Dia memberi kita petunjuk, makanan, pakaian, dan ampunan. Tetapi, alangkah beratnya engkau, wahai hati! Belum tiba jugakah saatnya bagimu untuk bangun dan tersedar?


Terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Pancaindera yang sempurna, kemampuan untuk berfikir, membaca dan menulis, berjalan tanpa bantuan, pernafasan yang tidak berbayar untuk setiap sedutan. Tetapi bersyukurkah kita terhadap semua itu?

Sedarlah wahai hati, dan segeralah berdoa kepada Allah. Pintalah kepada-Nya dan ajarkanlah tanganmu menengadah!

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, 


“Wahai Rasulullah, apakah Tuhan itu jauh sehingga kita menyerunya, ataukah dia dekat sehingga kita cukup berbisik kepada-Nya?”


Maka turunlah firman Allah,


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan otrang yang mendoa apabila dia berdoa kepada ku”

[QS al-Baqarah, 2:186]


Ayuh, gunalah kesempatan yang masih ada ini untuk kita merendahkan diri kita dan berdoa kepada Allah pada saat ini juga. Masihkah kita tidak percaya bahawa Allah akan memberi dan mengabulkan doa anda?! Tidakkah kita percaya bahawa kurnia Allah amat luas tidak terbatas? Maka jawablah, “Aku percaya!”


Yang paling mulia di sisi Allah

Rasulullah SAW bersabda,


“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.” 

[HR At-Tirmizi, Ibn Majah, dan Ahmad]


Tahulah bahawa, keadaan yang paling mulia antara kita bersama Allah adalah ketika kita menadahkan tangan kepada-Nya untuk berdoa dan memohon. Marilah dekatkan diri dengan Allah. Marilah menjadi hamba yang mulia di sisi Allah.


Rasulullah SAW bersabda,


“Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Pemurah, Allah malu jika ada seseorang yang menadahkan kedua tangan kepada-Nya, tapi kemudian menolaknya dengan tangan hampa” 

[HR Abu Daud, At-Tirmidhi, dan Ibn Majah]


Masya-Allah! Ubahlah garis kehidupan anda dengan menjadikan doa sebagai teras. Berbual-lah dengan Allah selalu.


Ingat. Allah malu untuk tidak mengabulkan doa hambanya.


Teladan

Ketika perang Badar, Rasulullah SAW berdiri menghiba kepada Tuhannya dalam doa. Beliau bermunajat dan beristighatsah kepada Yang Mahakuasa, seraya mengucapkan:


“Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika engkau binasakan sekelompok umat ini, maka Engkau tidak akan lagi disembah di atas bumi” 

[HR Muslim, Abu Daud, At-Tirmidhi, dan Ahmad]


Rasulullah SAW menangis, sampai serban baginda terjatuh lantaran kuatnya doa, dan ketiak putih beliau pun kelihatan, lantaran keberhibaan beliau dalam bermunajat. Abu Bakar RA pun dating menghampiri baginda dan mengatakan, 

“Ringankanlah diri anda, wahai Rasulullah, sebab Allah pasti akan menunaikan apa yang telah dijanjikan-Nya kepada Anda”


gambar hiasan

Menitisnya air mata seorang Rasul yang pasti memasuki syurga apabila berdoa. Tetapi bagaimana pula sikap kita sebagai insan yang tidak tahu dimana hala tuju alam selepas mati kita nanti ketika kita berdoa? Dan lihatlah keyakinan terhadap Allah yang ditunjukkan oleh Abu Bakar, satu peribadi yang pasti ke syurga. Tetapi, bagaimana pula keyakinan kita terhadap Allah?


"Tadahlah tangan anda ke langit. Berdoalah. Dan yakinlah."



“Membina kekuatan diri”
Khir al-imtiaz
0723pm
20-03-2011

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++