بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Tuesday, 26 July 2011

Allah pun "Cemburu"


Allah juga cemburu? Betulkah?

+++
Di sisi lain, Allah "cemburu" pada hati manusia. Apa ertinya? Allah mencintai kalau hati seorang hamba terkait dengan-Nya sendirian ketika ia sedang dalam kondisi taat. Tetapi kadang hamba itu tersibukkan oleh urusan dunia, maka Allah mengambil dunianya tersebut, agar dia hanya tersibukkan oleh Allah sahaja, dan bertawakkal pada-Nya. 
Lihatlah Ibrahim AS saat tertarik kepada Ismail AS. Allah mengambil Ismail dari tangannya. Dia memerintahkan padanya untuk meyembelih Ismail. Ketika ia meletakkan pisau di leher Ismail, yang ada dihatinya hanyalah kecintaan kepada Allah 'azza wa jalla. 
Lihatlah ketika Ya'qub AS sangat tertarik kepada Yusuf AS, sehingga kecintaan terhadap Yusuf memenuhi semua hidup dan hatinya. Maka Allah mengambil Yusuf AS selama dua puluh tahun, sehingga hatinya kembali dipenuhi cinta pada Allah. Setelah itu, Dia pun mengembalikan Yusuf padanya. 
[Amru Khalid, Hati Sebening Mata Air (judul asal: Islahul Qulub), m/s 117 (Aqwam)]

+++

Allah akan bertindak kepada kita kerana Dia mencintai kita.


Diberinya ujian yang baik, agar semakin subur iman dan islam di dalam hati kita. Bukan semakin menjauh.

Diberinya ujian yang buruk, agar kita semakin membara dan bersemangat dalam mendekatkan diri kepada Allah. Bukan semakin menjauh.

“Dan Kami pecahkan di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang soleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)” 
[QS al-A’raf, 7:168]

Allah sangat-sangat tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan kita perlu meyakini itu sebenar-benarnya sebagai seorang hamba yang hina berinteraksi dengan Tuhan Yang Maha Kaya dan Memiliki segala-galanya.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi, boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 
[QS al-Baqarah, 2:216]

Persoalannya,

Sejauh mana kita telah bertawakkal kepada Dia?

Sejauh mana kita telah bergantung harap pada Dia?

Sejauh mana kita telah meletakkan cinta kita kepada Dia?


"dakwah itu pengabdian"
khir al-imtiaz
0705am
26/7/2011

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++