بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Tuesday, 4 October 2011

Jauhilah Maksiat Saat Sendirian

“Aku benar-benar akan mengetahui sejumlah kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan seberat Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya debu yang dihamburkan.” 

Tsauban berkata, 

“Wahai Rasulullah, gambarkanlah karakter mereka kepada kami, jelaskanlah keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk dari kalangan mereka, sedangkan kami tidak mengetahuinya.” 

Rasulullah SAW bersabda, 

Ketahuilah, mereka itu adalah saudara kalian, berasal dari darah daging kalian, bahkan mengerjakan ibadah waktu malam sebagaimana yang kalian kerjakan, tetapi mereka adalah kaum yang apabila bersendiri, mereka melanggar larangan Allah.” 
[HR Ibnu Majah]
+++


Kemaksiatan, atau lebih difahami jika kita gunakan istilah 'penentangan'. Penentangan hanya boleh dikatakan berlaku setelah sampainya pengetahuan sesuatu perkara kepada seseorang. Kemudian, dia melakukan sesuatu perkara selain apa yang telah diberitakan. Maka itu adalah penentangan. Itu adalah kemaksiatan.

Jujurnya, itulah kelemahan bagi seseorang yang bergelar Muslim. Bahkan untuk sesiapa sahaja yang bergelar anak Adam.

Dari Anas RA, dari Rasulullah SAW,

"Setiap anak adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang mahu bertaubat." 
[HR Tirmidzi dan Ibn Majah]

Bagi seorang dai'e, kemaksiatan seperti zina, couple, minum arak, main games itu sudah pasti kita kena tinggalkan. Cuma, kita juga kena meluaskan skop pandangan kita terhadap kemaksiatan itu bukan hanya sekadar kita melakukan perkara-perkara yang berdosa, tetapi jika kita tidak melakukan satu-satu ibadah yang sepatutnya dilakukan, hatta ibadah sunnah sekalipun, kita harus memandangnya sebagai satu kemaksiatan.

Tertinggalnya tahajjud, kita memandangnya sebagai satu bentuk penentangan terhadap Allah. kurangnya bacaan Al-Quran kita melihat sebagai salah satu bentuk penentangan kita terhadap Allah. Tidak solat Dhuha, beristighfar itu sebagai satu bentuk penentangan. Itulah yang sepatutnya! Barulah kemudiannya kita akan terus memotivasikan diri kita untuk menjadi lebih baik dan terbaik!

"Alah, aku solat tahajjud 3 kali seminggu. Ok lah tu. Ada orang tu solat pun tidak."

Ingat tak pesan Rasulullah SAW?

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahawa dia masih diberi kelebihan.” 
[HR Tirmidzi]

Tapi, orang kita terbalik pula. Dalam hal dunia mereka lihat yang lebih tinggi, lebih kaya dari mereka, kemudian berlumba-lumba ke arah itu sehingga dia tidak mampu mengenal apa itu erti syukur. Dalam hal akhirat, mereka lihat orang yang paling bawah, yang paling teruk ibadahnya, lepas itu bangga dia lebih bagus. Apa ini? Kalian Muslim atau tidak? 

Setiap di antara ada kisah hitam masing-masing. Sama ada masih berkarat atau tidak, itu hanya kita yang tahu. Sebijak mana sekalipun kita sembunyikan ia terhadap manusia, kita tidak akan pernah dapat menyembunyikan ia daripada hati kita, dan juga dari Allah, pencipta diri kita dan hati kita.

Jauhilah kemaksiatan itu. Cukup dengan apa yang telah kita lakukan. Susah? Itu sudah pasti! Kalau tidak, takkan Allah pesan pada kita,

"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang palin tinggi, jika kamu orang-orang yang beriman" 
[QS Ali 'Imran, 3:139]

Allah menasihatkan kita sedari awal lagi tentang rasa lemah dan sedih hati ini di dalam Al-Quran, kerana apa? Kerana perkara itu pasti akan berlaku bagi mereka-mereka yang mengatakan mereka mahu beriman! Sebab itulah Allah beritahu kepada kita, agar kita bersiap siaga dalam menghadapinya. Bukan hanya menantikannya.

Jangan sampai anda terperdaya dengan “kesabaran” Allah terhadap anda. Jangan menganggap remeh pengawasan Allah terhadap diri anda.

Iman perlu dilatih. Komitmen atau istiqomah perlu dilatih. Keikhlasan perlu dilatih. Semuanya perlu latihan. Latihan sudah pasti memerlukan usaha dan semangat untuk tidak putus asa. 

Tinggalkan sahaja maksiat itu! Kamu tidak akan rugi, bahkan akan merasa kemanisannya.

Nikmat kemaksiatan itu hanya sementara. Tetapi, nikmatnya syurga dan wajah Allah itu kekal selamanya!

“Surga ditutupi (dihijab) dengan hal-hal yang dibenci, dan neraka ditutupi dengan syahwat.” 
[HR Bukhari]
Mujahadahlah sikit!

Kita sama-sama berdoa kepada Allah agar diri saya dan diri kalian tidak termasuk dalam golongan yang disebutkan Rasulullah tadi.

“Aku benar-benar akan mengetahui sejumlah kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan seberat Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya debu yang dihamburkan.” 

Tsauban berkata, 

“Wahai Rasulullah, gambarkanlah karakter mereka kepada kami, jelaskanlah keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk dari kalangan mereka, sedangkan kami tidak mengetahuinya.” 

Rasulullah SAW bersabda, 

Ketahuilah, mereka itu adalah saudara kalian, berasal dari darah daging kalian, bahkan mengerjakan ibadah waktu malam sebagaimana yang kalian kerjakan, tetapi mereka adalah kaum yang apabila bersendiri, mereka melanggar larangan Allah.” 
[HR Ibnu Majah]
 +++

Orang selalu tanya,

"Bilakah waktu yang paling afdhal untuk saya bertaubat?"

Jawapannya mudah. 

I N I L A H  M A S A N Y A

Bila?

S E K A R A N G !

Ingatlah akan teguran Allah untuk kita,

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka)? Dan janganlah mereka (menjadi) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras, dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." 
[QS Al-Hadid, 57:16]


"berbeza"
khir al-imtiaz
1428 hours
4 Okt 2011 

14 comments:

  1. sy mohon utk share boleh?

    ReplyDelete
  2. silakan.. sertakan link laman ini sekali ya..

    ReplyDelete
  3. Allahuakbar.
    moga Allah redha kerja-kerja akhi..
    syukran

    ReplyDelete
  4. Perkongsian yang menarik..marilah kita teruskan mujahadah..
    Wahai saudaraku, bermujahadahlah kamu,,hanya itu jalan menuju mardhotillah,,jalan menuju surga Allah..Alangkah indahnya bait-bait al-Quran dan hadis. Hanya ini penawar kegelisahan. Dikala diri terhimpit dengan pelbagai dugaan, cabaran dan ujian, terubat juga jiwa ini apabila merenung mutiara2 hikmah al-Quran dan hadis.

    “Dan orang-orang yang bermujahadah untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabuut : 69)

    ReplyDelete
  5. salam..maaf yer,de typing mistake cket tu..ce tgk dlm prggan 10 @ 11..

    ReplyDelete
  6. macam mana nak tengok mana satu perenggan 10 @ 11? bagi saja spesifik di mana salahnya, bukankah itu lebih mudah?

    ReplyDelete
  7. Al-IMAM HASSAN AL-BANNA jge pernah menegaskan..:
    'sesungguh ye 0rg yg melakukan maksiat, dia akan terhalang dari melakukan QIAMUL LAIL...'
    de seorang bertaye..:
    'q x dpt bangun untuk melakukan qiamul lail...apa kah yg perlu q lakukan...???'
    beliau menjawab:
    'jgn kau melakukan maksiat(berbuat dosa) kepadaNya pde siang hari, nescaya die akan membangunkanmu dii waktu malam.'
    (tazkiyatun nufus, karya Dr.Ahmad Farid)
    Write a comment...

    ReplyDelete
  8. kt perenggn ni ha yg salah: " Dalam hal dunia mereka lihat yang lebih tinggi, lebih kaya dari mereka, kemudian berlumba-lumba ke arah itu sehingga dia tidak mampu mengenal apa itu erti syukur. Dalam hal dunia, mereka lihat orang yang paling bawah, yang paling teruk ibadahnya, lepas itu bangga dia lebih bagus. Apa ini? Kalian Muslim atau tidak? "

    dalam hal dunia dua kali ulg..yg second tu patutnya dlm hal agama..

    inspiring entry. bagus...tak panjang lebar tapi padat.

    ReplyDelete
  9. entri menarik... memberi kesedaran.

    - Tapi, orang kita terbalik pula. Dalam hal dunia mereka lihat yang lebih tinggi, lebih kaya dari mereka, kemudian berlumba-lumba ke arah itu sehingga dia tidak mampu mengenal apa itu erti syukur. Dalam hal akhirat, mereka lihat orang yang paling bawah, yang paling teruk ibadahnya, lepas itu bangga dia lebih bagus. -

    hm, betul! kalau bab dunia, berusaha nak yang terbaik, kalau tak dpt kecewa tak ingat dunia. tapi, bab agama, buat pun macam 'hidup segan mati tak mahu'. [yang penting dah buat daripada takde langsung]...mcm tu ke?? kisah pun tak kalau tak buat yang terbaik... na'uzubillahiminzalik...

    ReplyDelete
  10. Subhanallah! Akhi!
    Hebat... Betul, ana setuju...
    Teruskan memberi peringatan akhi, sesungguhnya peringatan berguna bagi orang mukmin.

    ReplyDelete
  11. baru jumpa blog ni..isu yg membantu ketika rasa iman pudar..terhakis

    ReplyDelete
  12. Artinya: "Aku (Nabi
    Nuh) berkata (pada
    mereka), "Beristighfarlah
    kepada Rabb kalian,
    sungguh Dia Maha
    Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada
    kalian hujan yang lebat
    dari langit. Dan Dia akan
    memperbanyak harta
    serta anak-anakmu, juga
    mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai
    untukmu". QS. Nuh:
    10-12.
    http://pengusahamuslim.com/membuka-pintu-rizki-1366

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++