بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Dan ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
[QS Al-Baqarah, 2:74]

Thursday, 15 December 2011

Layakkah Aku Dicintai Rasulullah?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dalam sebuah riwayat hadith dikisahkan.

Ketika itu baginda Rasulullah SAW tengah duduk berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Di situ ada saidina Ali, Uthman, Abu Bakar, Umar dan lainnya. Lalu kemudian baginda bertanya, 

"Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa hamba Allah yang mulia di sisi Allah?"

Para sahabat terdiam. Lalu ada seorang sahabat berkata, 

"Para malaikat, Rasulullah, merekalah yang mulia." 

Rasulullah menjawab,

"Ya, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah dan mereka sentiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tentulah merekalah mulia tapi bukan itu yang aku maksudkan." 

Lalu para sahabat kembali terdiam, tiba-tiba seorang sahabat kembali berkata,

"Ya Rasulullah, tentu para nabi, merekalah yang mulia itu." 

Nabi Muhammad tersenyum. Baginda berkata, 

"Ya, para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah di muka bumi, bagaimana mungkin mereka tidak mulia, mereka mulia. Tapi ada lagi yang lain."

Para sahabat terdiam, tertanya siapalah lagi mereka itu. Lalu salah seorang sahabat berkata,

"Apakah kami sahabatmu, ya Rasulullah? Apakah kami yang mulia itu?"

Bayangkan, Baginda memandang wajah mereka semua satu persatu, Baginda tersenyum melihat para sahabat. Baginda berkata,

"Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, mana mungkin kalian tidak mulia, Tentulah kalian mulia, tetapi ada yang lain yang mulia." 

Para sahabat terdiam kesemuanya, mereka tidak mampu berkata apa-apa lagi. 

Lalu bayangkan. Tiba-tiba, baginda Nabi Muhammad menundukkan wajahnya. Bayangkan tiba-tiba baginda menangis di hadapan sahabat-sahabat. Para sahabat tertanya,

"Mengapa engkau menangis ya Rasulullah?"

Lalu bayangkan, Rasulullah mengangkat wajahnya, terlihat bagaimana air mata berlinang membasahi pipi dan janggutnya. Lalu baginda berkata, 

"Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa yang mulia itu. Mereka adalah manusia-manusia. Mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti. Mereka begitu mencintai Allah, dan tahukah kalian, mereka tak pernah memandangku. Mereka tidak pernah melihat wajahku. Mereka hidup tidak dekat dengan aku seperti kalian. Tapi mereka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, aku pun rindu kepada kepada mereka, mereka yang mulia itu, merekalah itulah UMATKU."

Bayangkan saat itu Nabi Muhammad menitiskan air matanya, semua sahabat menangis. 


+++


Cuba tanyakan pada diri kita kembali, 

"Siapa yang dirindukan Nabi Muhammad, siapa yang didoakan nabi Muhammad setiap waktu. Demi Allah, cuba tanya pada diri kita masing-masing."

Tanyalah jauh ke dalam lubuk hati kita, ikhwah-ikhwah, 

"Sudahkah aku mencintai Nabi Muhammad?"

Cuba lihat dalam kehidupan kita, siapakah yang menjadi sanjungan kita selama ini? Siapa pula sanjungan rakan-rakan kita yang lainnya, bagaimana pula dengan sanjungan kaum keluarga kita. Adakah kaum keluarga kita sedang lupa terhadap Nabi Muhammad, lalai kepadanya. 

Kita kadang-kadang terlalu mudah untuk berbangga dengan sanjungan seperti para artis, kita juga kadang-kadang selalu berbangga dengan pemain-pemain bola sepak yang kita kagumi. Bila pula kali terakhir kita berbangga dengan Nabi Muhammad SAW?

Sudah berapa lama sebenarnya kita lalai? Sudah berapa lama kita tidak bersungguh-sungguh mendidik atau mentarbiah kawan-kawan kita untuk mencintai baginda Nabi Muhammad. 

Jika kita berani mengaku sebagai umat Nabi Muhammad, sudahkah kita mencintai Nabi Muhammad, sudahkan ada air mata yang berlinang kerana kita rindu Nabi Muhammad? Sudah berapa lama kita lalai? Sudah berapa lama kita leka hidup di dunia? Sudah berapa lama kita melupakan Nabi Muhammad. 

Maka mari pada malam ini kita hadirkan atau hidupkan rasa cinta yang telah lama hilang itu, semoga di Padang Masyar kelak, kita akan berkumpul bersama Baginda SAW.. Amin..

3 comments:

  1. kan elok kalau periwayat hadis dinyatakan....

    ReplyDelete
  2. i like it, i miss u ya rasulallah...

    ReplyDelete
  3. i like it, i miss u ya rasulallah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

+++


"Wahai kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Setiap dolar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola misalnya, akan menjadi sebutir peluru di dalam senjata orang-orang Amerika atau Israel yang akan diacu ke arah kita. Kita telah menyumbangkan wang kita setiap hari kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan ke mana wang itu akan dibelanjakan.

Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggungjawab dalam hal yang mempengaruhi keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah membatalkan (veto) resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentera Israel di Palestin. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian seperti yang mereka dakwa, apakah mungkin mereka melakukannya (membatalkan resolusi PBB)?

Wahai manusia, tidakkah anda berfikir? Tidakkah anda memiliki perasaan lagi? Tidakkah anda merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi bahan percubaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini dibiayai oleh kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan ke atas kita.

Saya bertanya kepada anda semua, dengan nama Allah. Saya bertanya pada anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan pengganas-pengganas itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar semenanjung Gaza dan di al-Quds. Saya bertanya kepada anda semua, atas nama orang yang mati syahid untuk kehormatan kita. Saya bertanya ke atas anda, atas nama seorang anak kecil bernama Muhammad al-Durrah, yang syahid dalam pelukan ayahnya ditembusi peluru-peluru, dari wang yang telah kita sumbangkan kepada mereka.

Apakah akan jadi kepada kita? Kita memiliki mata yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat. Kita memiliki telinga, tetapi kita tidak gunakan untuk mendengar. Kita memiliki hati, tetapi tidak lagi dapat merasai. Mereka telah menjadikan kita sebagai pengguna-pengguna yang buta, yang rela membayar wang untuk membiayai senjata mereka, untuk mendukung aksi keganasan mereka di dunia Arab dan Islam.

Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya!

Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Kembali dan siapkan persenjataan kita. Kembalikanlah dan bangunkanlah ekonomi kita agar kita dapat menghancurkan mereka. Allahu Akbar!!"

[Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 8 Oktober 2001 (Qatar)]


+++